
Kefa, flashnew.com, TTU 19 Februari 2025– Penundaan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU) terpilih untuk periode 2025-2030 memicu berbagai tanggapan dari masyarakat. Meski demikian, para tokoh masyarakat TTU menunjukkan sikap dewasa dan bijak dalam merespons keputusan tersebut.
Dalam pernyataannya, para tokoh masyarakat menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan pemerintah terkait penundaan ini. “Kami menghormati semua keputusan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah. Kami yakin ini adalah hasil pertimbangan yang matang demi kebaikan bersama,” ujar salah satu tokoh masyarakat.
Mereka menegaskan pentingnya menjaga stabilitas keamanan di tengah situasi ini. “Kami terus berupaya menjaga situasi tetap aman dan damai. Kami juga bekerja sama erat dengan Polres TTU dan pihak-pihak terkait untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas),” lanjutnya.
Lebih jauh, tokoh masyarakat TTU mengimbau warga agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah. “Kami akan terus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terpancing oleh isu-isu provokatif yang bisa memicu konflik,” tegasnya.
Penundaan pelantikan ini dianggap sebagai jeda waktu semata, tanpa mengurangi semangat kebersamaan yang telah terjalin di masyarakat TTU. “Penundaan ini hanya soal waktu. Yang terpenting, kebersamaan dan persatuan kita tetap terjaga,” tutupnya dengan optimis.
Sikap tenang dan bijak dari para tokoh masyarakat diharapkan mampu meredam potensi ketegangan dan menjaga harmoni sosial di Kabupaten TTU selama masa penundaan ini berlangsung. (Min)
